Lompat ke isi utama

Berita

Bawaslu Adakan Rapat bersama Penyandang Disabilitas

DIFABEL

Bawaslu Kota Salatiga mengadakan rapat koordinasi bersama penyandang disabilitas (25/5), foto oleh: Humas Bawaslu Salatiga.

SALATIGA, Badan Pengawas Pemilihan Umum Salatiga –menggelar kegiatan “Rapat Koordinasi Keterpenuhan Hak Inklusif bagi Penyandang Disabilitas dalam Mewujudkan Pemilu Bermartabat”. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya Bawaslu untuk memperkuat aksesibilitas dan partisipasi kaum difabel dalam pelaksanaan Pemilu mendatang. Senin, (25/5).

Giat tersebut menghadirkan perwakilan penyandang disabilitas, di antaranya Bapak Ngatimin selaku perwakilan difabel dan Bapak Anggun dari komunitas tuna netra. Diskusi berlangsung interaktif dengan membahas berbagai tantangan serta kebutuhan kaum difabel dalam proses demokrasi.

Dalam pemaparannya, Lukman Fahmi menyampaikan pentingnya pelayanan dan dukungan kesekretariatan yang ramah disabilitas. Ia juga menyoroti adanya penurunan tingkat kepercayaan masyarakat terhadap proses demokrasi sehingga diperlukan keterlibatan semua pihak, termasuk penyandang disabilitas, sebagai pengawas partisipatif dalam Pemilu.

“Kaum disabilitas memiliki hak dan kesempatan yang sama untuk terlibat aktif dalam pengawasan partisipatif demi mewujudkan Pemilu yang bermartabat,” ungkap Lukman Fahmi.

Sementara itu, Bapak Anggun menyampaikan bahwa perkembangan teknologi saat ini telah membantu para tuna netra dalam mengakses berbagai sumber informasi. Namun demikian, masih diperlukan dukungan fasilitas yang memadai, khususnya akses jalan dan sarana yang ramah difabel.

Selain itu, ia juga berharap sebelum pelaksanaan Pemilu dilakukan sosialisasi terkait penggunaan dan pengenalan kertas suara bagi kaum difabel, khususnya tuna netra, agar mereka dapat menggunakan hak pilih secara mandiri dan optimal.

Dalam tanggapannya, Bapak Ngatimin menekankan pentingnya fasilitas umum yang mudah diakses oleh penyandang disabilitas. Ia juga berharap sosialisasi kepemiluan dapat lebih menyasar komunitas difabel secara langsung, sehingga para penyandang disabilitas yang telah memiliki hak pilih dapat memperoleh pemahaman secara mandiri dan tidak hanya bergantung pada pendamping dari keluarga maupun orang tua.

Melalui kegiatan ini, Bawaslu Kota Salatiga berharap pelaksanaan Pemilu ke depan dapat semakin inklusif, ramah disabilitas, serta mampu menjamin hak politik seluruh warga negara tanpa terkecuali.