Lompat ke isi utama

Berita

Siapkan Pemilih Pemula 2029, FH UKSW dan Bawaslu Salatiga Ajak Siswa SMA Negeri 2 Salatiga Kawal Demokrasi

bawaslu go to school

Bawaslu Kota Salatiga bersama FH UKSW ajak siswa SMA N 2 Salatiga kawal demokrasi, (4/11), foto oleh: Humas Bawaslu Salatiga

SALATIGA, Badan Pengawas Pemilihan Umum Salatiga – Menanamkan kesadaran demokrasi sejak dini menjadi langkah penting dalam mempersiapkan generasi muda menghadapi Pemilu 2029. Melalui program Faculty of Law x Bawaslu Goes to School dengan tema "Peduli Demokrasi melalui Pengawas Partisipatif”, Fakultas Hukum Universitas Kristen Satya Wacana (FH UKSW) bersama Bawaslu Kota Salatiga menggelar sosialisasi pendidikan demokrasi di SMA Negeri 2 Salatiga, Rabu (4/11).

Kegiatan ini diikuti oleh 66 siswa-siswi kelas X dan XI SMA Negeri 2 Salatiga. Para peserta diajak memahami pentingnya demokrasi, mengenali peran pengawas pemilu, serta membangun kesadaran untuk berpartisipasi aktif dalam mengawasi setiap tahapan pemilu.

Koordinator K3 Fakultas Hukum UKSW, Dr. Jumiarti, dalam sambutannya menyampaikan bahwa sebagian besar siswa yang hadir nantinya akan menjadi pemilih pemula pada Pemilu 2029. Oleh karena itu, pemahaman mengenai demokrasi dan tanggung jawab sebagai pemilih perlu dipersiapkan sejak sekarang. Menurutnya, generasi muda tidak hanya dituntut menggunakan hak pilih, tetapi juga harus memiliki kesadaran untuk menjadi pemilih yang cerdas, kritis, dan bertanggung jawab. Salah satunya dengan menolak praktik politik uang serta tidak bersikap apatis terhadap proses demokrasi. “Jangan menjadi pemilih yang memilih kucing dalam karung. Jadilah pemilih yang aktif mencari informasi, mengenali calon, dan memahami visi misinya. Gunakan hak pilih kalian dan jangan golput,” ungkapnya.

Ia juga mengajak para siswa memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menggali pengetahuan melalui diskusi dan tanya jawab agar semakin memahami pentingnya mewujudkan demokrasi yang bermartabat.

Sementara itu, Ketua Bawaslu Kota Salatiga, Dayusman Junus, menjelaskan bahwa Bawaslu merupakan lembaga yang memiliki tugas mengawasi penyelenggaraan pemilu dan bekerja bersama KPU serta DKPP sesuai dengan tugas dan kewenangan masing-masing. Dalam kesempatan tersebut, ia menekankan bahwa pengawasan pemilu bukan hanya menjadi tanggung jawab Bawaslu. Masyarakat juga memiliki ruang dan kesempatan untuk terlibat melalui pengawasan partisipatif. “Menjadi pengawas partisipatif dapat dimulai dari kemauan bersama dan kesukarelaan untuk ikut mengawasi pelaksanaan pemilu sesuai dengan aturan yang berlaku. Kami berharap para siswa mendapatkan pengetahuan mengenai pengawasan partisipatif dan nantinya dapat ikut mengambil bagian dalam mengawal demokrasi,” jelas Dayusman.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada SMA Negeri 2 Salatiga yang telah memberikan ruang bagi pelaksanaan kegiatan sosialisasi tersebut. Ucapan terima kasih turut disampaikan kepada Fakultas Hukum UKSW atas kolaborasi dan kerja sama yang telah terjalin dalam upaya meningkatkan pendidikan demokrasi di kalangan generasi muda.

Dukungan terhadap kegiatan ini juga disampaikan oleh Plt. Kepala Tata Usaha SMA Negeri 2 Salatiga, Masnun Suaedi, S.Pd. Ia menyambut baik kolaborasi antara FH UKSW dan Bawaslu Kota Salatiga dalam memberikan pendidikan kepemiluan kepada para siswa.

Ia berharap seluruh peserta dapat menyerap materi yang disampaikan dan menerapkannya ketika menggunakan hak pilih pada Pemilu 2029 mendatang. Selain itu, para siswa diharapkan mampu menjadi penyambung informasi dengan membagikan pengetahuan yang diperoleh kepada teman-teman lainnya. “Kenali calon dan kenali visi misinya. Kami berharap melalui kegiatan ini partisipasi masyarakat semakin meningkat. Ilmu yang didapatkan hari ini semoga dapat diterapkan pada Pemilu 2029 dan disampaikan kembali kepada teman-teman yang belum berkesempatan mengikuti kegiatan ini,” tuturnya.

Melalui kegiatan Faculty of Law x Bawaslu Goes to School ini, diharapkan para pelajar tidak hanya memahami pemilu sebatas proses memberikan suara di tempat pemungutan suara, tetapi juga menyadari pentingnya keterlibatan masyarakat dalam mengawasi jalannya demokrasi.

Pengawasan partisipatif menjadi salah satu bentuk kepedulian warga negara untuk menjaga integritas pemilu. Dengan bekal pengetahuan yang diperoleh sejak bangku sekolah, generasi muda diharapkan mampu tumbuh menjadi pemilih yang cerdas, berintegritas, serta berani menolak praktik-praktik yang mencederai demokrasi.

Sebab, demokrasi bukan hanya tentang menentukan pilihan, tetapi juga tentang kepedulian bersama untuk memastikan setiap prosesnya berjalan sesuai dengan aturan.

Tag
Pengawas Partisipatif
Fakultas Hukum USKW
Bawaslu Kota Salatiga